Senin, 28 September 2015

[085] Al Buruuj Ayat 009

««•»»
[085] Al Buruuj Ayat 009
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of22
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=85&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#85:9

Senin, 31 Agustus 2015

[085] Al Buruuj Ayat 008

««•»»
Surah Al Buruuj 8

وَما نَقَموا مِنهُم إِلّا أَن يُؤمِنوا بِاللَّهِ العَزيزِ الحَميدِ
««•»»
wamaa naqamuu minhum illaa an yu/minuu biallaahi al'aziizi alhamiidi
««•»»
Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu'min itu melainkan karena orang-orang mu'min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,
««•»»
They were vindictive towards them only because they had faith in Allah, the All-mighty, the All-laudable,
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah membinasakan Najran sebuah kota di Yaman karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh orang-orang mukmin yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa a.s dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan dan kekejaman, yang tidak berperikemanusian itu.

Siksaan dan kekejaman itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa itu hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya dan sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya.

Bagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah SWT.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

CERITERA DAN PERISTIWA
Dengan urutan ayat ini dapatlah kita fahamkan bahwasanya pernah terjadi orang menggali lobang yang dalam untuk dilemparkan ke dalamnya orang-orang yang dipaksa meninggalkan keyakinan dan imannya kepada Allah Yang Maha Esa. Orang-orang yang beriman itu tidak mau berganjak dari pendiriannya, sehingga pihak yang berkuasa menggali lobang untuk memasukkan mereka ke dalam, dan setelah mereka berada di dalamnya dinyalakanlah api, dan orang-orang yang membakar itu duduk di keliling lobang itu menyaksikan orang-orang beriman itu jadi abu.

“Dan tidaklah mereka berlaku kejam kepada orang-orang itu, melainkan karena orang-orang itu percaya kepada Allah.” (pangkal ayat 8). Kesalahan orang-orang yang digalikan lobang lalu dibakar itu hanya itulah; mereka percaya kepada Allah, mereka tidak mau menukar kepercayaan itu dengan yang lain. Baik terhadap atas adanya Allah itu, ataupun terhadap perintah dan larangan Allah. Tidak ada perintah lain yang mereka junjung tinggi melainkan perintah Allah. Tidak ada peraturan manusia yang mereka hormati sama dengan penghormatan kepada peraturan Allah: “Yang Maha Gagah Perkasa, Yang Maha Terpuji.” (ujung ayat 8).

Ajaran Tauhid menyebabkan keyakinan kepada Allah itu tidak dapat berbelah bagi. Manusia beriman tidak akan tunduk kepada sesama manusia sama dengan ketundukan kepada Allah. Dengan keyakinan Tauhid manusia sampai kepada kesimpulan bahwa yang gagah perkasa itu hanya Allah; adapun manusia itu tidaklah gagah perkasa. Manusia tidak sanggup melawan penyakit, melawan tua dan melawan maut. Allah itu Maha Terpuji, karena hanya Dia sajalah yang sebenar berjasa atas alam ini dan tidak pernah bersalah. Mutlak Dia dalam kepujian-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa) di dalam kerajaan-Nya. (lagi Maha Terpuji) lafal Al-Hamiid bermakna Al-Mahmuud, artinya Maha Terpuji.
««•»»
And all that they were vindicative towards them of was that they believed in God, the Mighty, in His kingdom, the Praised,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of22
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=85&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#85:8

[085] Al Buruuj Ayat 007

««•»»
Surah Al Buruuj 7

وَهُم عَلىٰ ما يَفعَلونَ بِالمُؤمِنينَ شُهودٌ
««•»»
wahum 'alaa maa yaf'aluuna bialmu/miniina syuhuudun
««•»»
Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.
««•»»
as they were themselves witnesses to what they did to the faithful.
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah membinasakan Najran sebuah kota di Yaman karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh orang-orang mukmin yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa a.s dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan dan kekejaman, yang tidak berperikemanusian itu.

Siksaan dan kekejaman itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa itu hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya dan sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya.

Bagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah SWT.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

CERITERA DAN PERISTIWA
Yaitu mereka menggali lobang buat membakar orang-orang yang beriman itu sambil membakar telah duduk di dekat lobang parit tersebut beramai-ramai, “Dan mereka, terhadap apa yang mereka perbuat atas orang-orang yang beriman itu, adalah menyaksikan.”

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sedangkan mereka terhadap apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman) kepada Allah, menyiksa mereka dengan cara melemparkan mereka ke dalam parit yang penuh dengan api itu, jika mereka tidak mau kembali murtad dari imannya (menyaksikan) artinya hadir menyaksikan penyiksaan itu. Menurut suatu riwayat, bahwasanya Allah menyelamatkan orang-orang yang beriman yang dilemparkan ke dalam parit berapi itu, yaitu dengan mencabut nyawa mereka terlebih dahulu sebelum mereka jatuh ke dalam api. Kemudian api itu keluar dari dalam parit dan membakar orang-orang yang berada di sekitarnya, sehingga mereka yang menyaksikan penyiksaan itu mati terbakar.
««•»»
and they themselves, to what they did to those who believed, in God, in the way of torturing them by hurling [them] into the fire when they did not recant their faith, were witnesses, [they were themselves] present [thereat]. It is reported [in a hadīth] that God saved the believers who had been thrown into the fire by taking their souls before they fell into it, and that the fire then rose up and burnt all those [sitting] around it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of22
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=85&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#85:7

[085] Al Buruuj Ayat 006

««•»»
Surah Al Buruuj 6

إِذ هُم عَلَيها قُعودٌ
««•»»
idz hum 'alayhaa qu'uudun
««•»»
Ketika mereka duduk di sekitarnya,
««•»»
above which they sat
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah membinasakan Najran sebuah kota di Yaman karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh orang-orang mukmin yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa a.s dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan dan kekejaman, yang tidak berperikemanusian itu.

Siksaan dan kekejaman itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa itu hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya dan sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya.

Bagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah SWT.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

CERITERA DAN PERISTIWA
Mereka gali lobang lalu mereka lemparkan orang-orang yang beriman kepada Allah ke dalam lobang itu, lalu mereka bakar, sehingga api bernyala. “Ketika mereka duduk didekatnya.”

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Ketika mereka berada di sekitarnya) yaitu berada di sekitar tepi parit-parit itu seraya di atas kursi-kursi (mereka duduk.)
««•»»
when they sat by it, around the edge of the ditch on chairs,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of22
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=85&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#85:6

[085] Al Buruuj Ayat 005

««•»»
Surah Al Buruuj 5

النّارِ ذاتِ الوَقودِ
««•»»
alnnaari dzaati alwaquudi
««•»»
Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar,
««•»»
The fire, abounding in fuel
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah membinasakan Najran sebuah kota di Yaman karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh orang-orang mukmin yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa a.s dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan dan kekejaman, yang tidak berperikemanusian itu.

Siksaan dan kekejaman itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa itu hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya dan sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya.

Bagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah SWT.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

CERITERA DAN PERISTIWA
Binasalah, atau celakalah atau kena kutuk laknatlah orang-orang yang telah sengaja menggali lobang atau parit yang dalam, yang mereka pergunakan untuk membakar orang-orang yang berkeras mempertahankan imannya kepada Allah Yang Maha Esa: “Dari api yang bernyala-nyala.”

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yaitu api) lafal An-Naari berkedudukan sebagai Badal Isytimal dari lafal Al-Ukhduud (yang dinyalakan) dengan kayu bakar.
««•»»
of the fire (al-nāri is an inclusive substitution of it [al-ukhdūdi, ‘of the ditch’]), abounding in fuel, by which it was fuelled,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of22
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=85&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#85:5

[085] Al Buruuj Ayat 004

««•»»
Surah Al Buruuj 4

قُتِلَ أَصحابُ الأُخدودِ
««•»»
qutila ash-haabu alukhduudi
««•»»
Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit {1568},
{1568} Yaitu pembesar-pembesar Najran di Yaman.
««•»»
perish the Men of the Ditch!
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah membinasakan Najran sebuah kota di Yaman karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh orang-orang mukmin yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa a.s dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan dan kekejaman, yang tidak berperikemanusian itu.

Siksaan dan kekejaman itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa itu hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya dan sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya.

Bagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah SWT.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

CERITERA DAN PERISTIWA
Sesudah mengemukakan sumpah tiga patah yang begitu hebat: sumpah kebesaran langit dengan bintang-bintang burujnya. Sumpah tentang hari yang dijanjikan, kemudian itu sumpah tentang penyaksi dengan yang disaksikan, barulah Tuhan masuk kepada apa yang dituju dengan persumpahan itu: “Binasalah orang-orang yang empunya lobang parit.”

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Telah dibinasakan) telah dilaknat (orang-orang yang memiliki Ukhdud) artinya orang-orang yang menggali parit.
««•»»
perish, accursed be, the men of the ditch!, the pit in the ground,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of22
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=85&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#85:4

[085] Al Buruuj Ayat 003

««•»»
Surah Al Buruuj 3

وَشاهِدٍ وَمَشهودٍ
««•»»
waalyawmi almaw'uudi
««•»»
Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.
««•»»
by the Witness[1] and the Witnessed:[2]
[1] That is the Prophet (ṣ); cf.2:143;4:41;16:89;33:45.
[2] That is, the Day of Judgement; cf.11:103.
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

CERITERA DAN PERISTIWA
“Demi penyaksi, demi yang disaksikan.”
Berbagai-bagai pendapat ahli-ahli tafsir tentang syahid dan masyhud, tentang penyaksi dan yang disaksikan. Menurut suatu penafsiran yang dinukilkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah ialah bahwa hari yang dijanjikan (Al-Mau’ud) ialah hari kiamat. Syahid ialah hari Jum’at dan masyhud ialah hari wuquf di padang Arafah.
Menurut suatu tafsiran dari Ikrimah: “Syahid ialah Nabi Muhammad SAW dan masyhud ialah hari Jum’at.” Dan menurut satu tafsiran pula dari Ibnu Abbas: “Syahid itu ialah Allah sendiri dan masyhud ialah hari kiamat.” Ada pula: “Syahid itu ialah Insan, masyhud ialah haru Jum’at.”
Tetapi barangkali tidak pula ada salahnya kalau kita katakan bahwa “Syahid” itu ialah Insan dan yang masyhud itu ialah Allah “sebagai pencipta alam ini.” Sebab dari permulaan ayat Allah sudah mengambil sumpah dengan langit beserta bintang-bintang burujnya. Maka kita manusia penyelidik dan penilik kekayaan Allah pada alam ini. Dengan melihat kebesaran dan kekayaan Allah itu dapatlah kita percaya akan adanya Allah. Kita tidak akan dapat mengetahui betapa zat Allah. Kalau itu yang kita cari, kita akan celaka. Tetapi saksikanlah adanya Allah pada alam yang Dia ciptakan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan demi yang menyaksikan) hari Jumat (dan yang disaksikan) yakni hari Arafah. Demikianlah menurut penafsiran hadis tentang tiga perkara tersebut; yang pertama adalah hari yang telah dijanjikan, dan yang kedua hari Jumat menyaksikan amal perbuatan yang dikerjakan pada hari itu, serta yang ketiga hari Arafah disaksikan oleh manusia dan para malaikat. Sedangkan yang menjadi Jawab Qasam kalimat permulaannya tidak disebutkan, yaitu, "Sesungguhnya."
««•»»
and [by] the witness, Friday, and the witnessed, the day of ‘Arafa — that is how these three [elements] have been explained in hadīth: for the first one is ‘promised’, the second one is ‘a witness’ [that testifies] to deeds performed in it, while the third is ‘witnessed’ by mankind and angels (the introductory [particle] of the response to the oath has been omitted, but is implied to be laqad, ‘verily’, [sc. laqad qutila ashābu’l-ukhdūd]):
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of22
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=85&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#85:3