««•»»
Surah Al Buruuj 5
النّارِ ذاتِ الوَقودِ
««•»»
alnnaari dzaati alwaquudi
««•»»
Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar,
««•»»
The fire, abounding in fuel
««•»»
Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah membinasakan Najran sebuah kota di Yaman karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh orang-orang mukmin yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa a.s dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan dan kekejaman, yang tidak berperikemanusian itu.
Siksaan dan kekejaman itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa itu hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya dan sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya.
Bagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah SWT.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
CERITERA DAN PERISTIWA
Binasalah, atau celakalah atau kena kutuk laknatlah orang-orang yang telah sengaja menggali lobang atau parit yang dalam, yang mereka pergunakan untuk membakar orang-orang yang berkeras mempertahankan imannya kepada Allah Yang Maha Esa: “Dari api yang bernyala-nyala.”
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Yaitu api) lafal An-Naari berkedudukan sebagai Badal Isytimal dari lafal Al-Ukhduud (yang dinyalakan) dengan kayu bakar.
««•»»
of the fire (al-nāri is an inclusive substitution of it [al-ukhdūdi, ‘of the ditch’]), abounding in fuel, by which it was fuelled,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 4]•[AYAT 6]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of22
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=85&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#85:5
Surah Al Buruuj 5
النّارِ ذاتِ الوَقودِ
««•»»
alnnaari dzaati alwaquudi
««•»»
Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar,
««•»»
The fire, abounding in fuel
««•»»
Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah membinasakan Najran sebuah kota di Yaman karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh orang-orang mukmin yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa a.s dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan dan kekejaman, yang tidak berperikemanusian itu.
Siksaan dan kekejaman itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa itu hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya dan sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya.
Bagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah SWT.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
CERITERA DAN PERISTIWA
Binasalah, atau celakalah atau kena kutuk laknatlah orang-orang yang telah sengaja menggali lobang atau parit yang dalam, yang mereka pergunakan untuk membakar orang-orang yang berkeras mempertahankan imannya kepada Allah Yang Maha Esa: “Dari api yang bernyala-nyala.”
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Yaitu api) lafal An-Naari berkedudukan sebagai Badal Isytimal dari lafal Al-Ukhduud (yang dinyalakan) dengan kayu bakar.
««•»»
of the fire (al-nāri is an inclusive substitution of it [al-ukhdūdi, ‘of the ditch’]), abounding in fuel, by which it was fuelled,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 4]•[AYAT 6]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of22
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=85&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#85:5


Tidak ada komentar:
Posting Komentar