Senin, 31 Agustus 2015

[085] Al Buruuj Ayat 003

««•»»
Surah Al Buruuj 3

وَشاهِدٍ وَمَشهودٍ
««•»»
waalyawmi almaw'uudi
««•»»
Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.
««•»»
by the Witness[1] and the Witnessed:[2]
[1] That is the Prophet (ṣ); cf.2:143;4:41;16:89;33:45.
[2] That is, the Day of Judgement; cf.11:103.
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

CERITERA DAN PERISTIWA
“Demi penyaksi, demi yang disaksikan.”
Berbagai-bagai pendapat ahli-ahli tafsir tentang syahid dan masyhud, tentang penyaksi dan yang disaksikan. Menurut suatu penafsiran yang dinukilkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah ialah bahwa hari yang dijanjikan (Al-Mau’ud) ialah hari kiamat. Syahid ialah hari Jum’at dan masyhud ialah hari wuquf di padang Arafah.
Menurut suatu tafsiran dari Ikrimah: “Syahid ialah Nabi Muhammad SAW dan masyhud ialah hari Jum’at.” Dan menurut satu tafsiran pula dari Ibnu Abbas: “Syahid itu ialah Allah sendiri dan masyhud ialah hari kiamat.” Ada pula: “Syahid itu ialah Insan, masyhud ialah haru Jum’at.”
Tetapi barangkali tidak pula ada salahnya kalau kita katakan bahwa “Syahid” itu ialah Insan dan yang masyhud itu ialah Allah “sebagai pencipta alam ini.” Sebab dari permulaan ayat Allah sudah mengambil sumpah dengan langit beserta bintang-bintang burujnya. Maka kita manusia penyelidik dan penilik kekayaan Allah pada alam ini. Dengan melihat kebesaran dan kekayaan Allah itu dapatlah kita percaya akan adanya Allah. Kita tidak akan dapat mengetahui betapa zat Allah. Kalau itu yang kita cari, kita akan celaka. Tetapi saksikanlah adanya Allah pada alam yang Dia ciptakan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan demi yang menyaksikan) hari Jumat (dan yang disaksikan) yakni hari Arafah. Demikianlah menurut penafsiran hadis tentang tiga perkara tersebut; yang pertama adalah hari yang telah dijanjikan, dan yang kedua hari Jumat menyaksikan amal perbuatan yang dikerjakan pada hari itu, serta yang ketiga hari Arafah disaksikan oleh manusia dan para malaikat. Sedangkan yang menjadi Jawab Qasam kalimat permulaannya tidak disebutkan, yaitu, "Sesungguhnya."
««•»»
and [by] the witness, Friday, and the witnessed, the day of ‘Arafa — that is how these three [elements] have been explained in hadīth: for the first one is ‘promised’, the second one is ‘a witness’ [that testifies] to deeds performed in it, while the third is ‘witnessed’ by mankind and angels (the introductory [particle] of the response to the oath has been omitted, but is implied to be laqad, ‘verily’, [sc. laqad qutila ashābu’l-ukhdūd]):
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of22
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=85&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#85:3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar